Belajar Coding Otodidak Bahasa Pemrograman Komputer
Belajar Coding Otodidak Bahasa Pemrograman Komputer

Coding adalah suatu cara atau bisa juga disebut aktivitas menerjemahkan suatu logika (algoritme) menjadi bahasa pemrograman komputer hingga menjadi program komputer agar komputer itu bisa berkomunikasi dengan penggunanya. Apakah bisa belajar coding otodidak? tentu saja bisa. Pada dasarnya semua orang bisa mempelajari kalau mau. Entah itu dengan belajar programer otodidak atau belajar secara formal dari sekolah dan kuliah. Termasuk saya yang memilih belajar coding otodidak, tapi kalau Anda masih bisa menempuh jalur formal itu lebih baik dan akan memiliki wawasan yang lebih lengkap.

Daftar Isi

 

Meski tidak ada jaminan yang formal memiliki skill tingkat tinggi dan yang tidak formal tidak bisa menandingi yang belajar formal. Semua tergantung dari kesungguhan individu masing-masing, sejauh mana mereka menggali tentang suatu bahasa pemrograman.

Dan untuk apa sebenarnya program komputer itu diciptakan? Komputer itu juga memiliki cara berkomunikasi, dan bahasa yang digunakan tentu berbeda dengan bahasa manusia. Komputer hanya mengerti bahasa mesin, dan bahasa mesin yang sederhana itu adalah 0 dan 1 (binner). Karena ada perbedaan bahasa diantara keduanya, yakni komputer atau alat sejenisnya hanya mengerti dengan bahasa mesin. Maka diciptakanlah suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh kedua pihak tentu saja tujuannya agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik.

Kalau kita kumpulkan, ada banyak sekali bahasa pemrograman saat ini. Masing-masing bahasa memiliki tujuan penggunaan tertentu. Misalnya saja PHP, ditujukan untuk membuat website. Dan ada juga bahasa pemrograman yang memiliki fungsi lebih luas lagi seperti C, C++, C#, Python, dan lainnya.

Setiap bahasa memiliki cara penulisan tertentu dan dikenal dengan istilah syntax dengan aturan yang ketat dalam menuliskannya. Salah sedikit maka program tidak berjalan dengan semestinya.

Meski memiliki perbedaan syntax, hampir semuanya memiliki kesamaan logika dan dasar yang sama. Kalau saat ini sedang belajar python syntax untuk menampilkan sebuah kalimat atau kata adalah seperti ini print("Hello edikartono.com"). Itu adalah perintah yang diberikan kepada komputer untuk menampilkan kalimat Hello edikartono.com. Dari kode itu komputer akan memproses menjadi kode mesin agar dipahami dan akan dieksekusi. Ternyata kode tersebut adalah perintah untuk menampilkan tulisan Hello edikartono.com maka komputer akan menampilkannya kelayar.

Karena alasan-alasan tertentu Anda tidak bisa belajar pemrograman ditempat formal, dan masih punya keinginan kuat untuk memahami dan menjadi programmer. Tentu bisa memilih opsi belajar coding otodidak seperti juga yang menjadi pilihan saya, meski belajar secara mandiri bukan berarti kita tidak bisa menjadi programmer. Adapun untuk menjadi programmer dengan belajar coding otodidak, ada langkah yang dibagikan oleh yang lebih dahulu belajar coding secara mandiri. Diantaranya"

Mempelajari Algoritma dan Logika

Algoritma menurut versi saya sendiri adalah langkah atau prosedur instruksi yang berurutan untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuannya untuk mendapatkan hasil output yang diinginkan berdasarkan input yang diberikan.

Algoritma itu berbeda dengan aritmatika, karena algoritma adalah komputasi atau perhitungan umum. Algoritma ini ditulis dalam bahasa komputer menjadi program, algoritma harus memiliki waktu yang terbatas karena apabila tidak maka itu algoritma yang salah.

Sedangkan logika dalam konteks komputer bisa dikatakan sebagai pola pikir yang rasional dan logis dalam menyelesaikan suatu masalah.

Keduanya ini ada pada semua bahasa pemrograman, dan setiap yang belajar coding pasti akan menemukan ini.

Memilih Bahasa Pemrograman

Diantara banyak bahasa yang ada, saya juga sempat bingung untuk memilih mana yang akan dipelajari terlebih dahulu. Setelah mencari lebih banyak, bahasa pemrograman apa yang akan saya pelajari maka saya sudah memutuskan untuk memilih dan serius mempelajarinya.

Tidak penting bahasa pemrograman apa yang saya pilih, yang penting adalah memilih bahasa pemrograman yang cocok dengan kemampuan Anda. Tujuannya adalah agar lebih mudah dimengerti sesuai dengan bidangnya.

Pada tahap awal, fokus satu saja dan setelah itu baru bisa untuk mempelajari yang lainnya. Karena saya lebih suka mengutak-atik website maka pertama kali saya belajar HTML kemudian baru mulai belajar django. Ternyata karena django adalah framework dari python, maka saya mulai belajar bahasa python.Dari sini saya mulai tertarik untuk mempelajari yang lainnya. Meski masih tetap satu bahasa tapi bisa meluas untuk lebih mendalam lagi.

Berawal dari belajar bahasa python saya menemukan keasyikan disana, dan mulai mendalami lebih jauh untuk belajar tkinter agar bisa juga membuat aplikasi desktop gui, dan juga belajar kivy untuk membuat aplikasi corss platform yang juga merupakan framework python.

Dari satu bahasa saja bisa untuk lebih banyak kegunaan, apalagi kalau belajar lebih dari satu bahasa. Tapi untuk awal memang harus fokus mengerti betul-betul satu bahasa dulu.

Membuat Jadwal Belajar

Supaya teratur maka perlu untuk membuat jadwal belajar, ini salah satu kelemahan belajar coding otodidak. Karena ada masanya merasa jenuh, merasa tidak ada perkembangan dari hasil belajar selama ini.

Agar tetap fokus maka kita menjadwalkan misalnya yang saya lakukan belajar web developer selama 2 jam perhari atau lebih kemudian melakukan hal lainnya.

Temukan Sumber Yang Tepat

Untuk mendukung kesuksesan selama belajar, kita perlu mendapatkan materi dari sumber yang tepat. Tidak sulit sekarang untuk mendapatkan semua itu. Gunakan Google dan Youtube sebagai teman untuk memudahkan kita dalam belajar coding otodidak.

Usahakan agar mendapatkan tutorial secara lengkap dan jelas, karena kalau dari sumber berbeda mungkin akan membuat bingung pemula.

Perbanyak Praktek

Setelah menyelesaikan satu modul tertentu, sebaiknya memang mempraktikkan ilmu yang sudah didapat. Tentu akan membantu diri sendiri untuk lebih memahami apa yang sudah dipelajari. Karena belajar tanpa praktik kita tidak bisa mengukur sampai dimana tingkat pemahamannya.

Dalam hal ini selain mempraktikkan apa yang sudah saya pelajari, saya pun mendokumentasikan terkait dengan pelajaran yang sudah pernah diikuti. Dengan menuliskan di blog ini, tujuannya agar tidak mudah lupa dan kalau suatu saat perlu, mudah untuk mencari kembali. Memang, isi tulisan diblog ini masih sedikit. Karena belum dipublikasikan semuanyalaughlaugh

Ternyata memang untuk menulis kembali sesuai dengan bahasa sendiri itu tidak terlalu mudah. Tapi akan terus saya coba.

Perbaiki Sendiri

Ketika bertemu dengan error, coba untuk mencari tau apa yang menyebabkan error terjadi. Bertemu dengan error ini akan selalu dialami oleh semua programmer, yang masih baru, pemula, masih belajar coding otodidak, atau pun yang sudah ahli sekalipun. Semua pasti menemukan error.

Mungkin saja error terjadi karena kesalahan kecil hanya satu huruf pun bisa menyebabkan error. Kalau dipython salah memberi spasi pun akan menyebabkan error.

Untuk mulai memperbaiki error sendiri coba baca kembali kode program yang sudah dibuat. Apakah sama seperti yang dicontohkan atau tidak, baca juga pesan errornya seperti apa. Ini juga menjadi bagian dari kemampuan membuat program. Dan juga bisa menjadi pengalaman berharga, kalaupun suatu saat mendapati error serupa maka bisa dengan mudah dan cepat menyelesaikannya.

Terakhir kalau memang benar-benar sudah tidak tau lagi, barulah berkonsiltasi dengan yang lebih ahli dibidangnya.

Bergabung Dengan Komunitas

Sebagai yang masih belajar coding otodidak atau sudah berpengalaman sekalipun, kita perlu untuk bergabung dengan komunitas sosial sesuai dengan program yang kita pelajari. Tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk saling berbagi pengalaman, juga sebagai tempat konsultasi kalau bertemu masalah. Tapi jangan hanya muncul saat sedang mendapatkan masalah saja, muncul juga sebagai pemberi solusi dan kalau perlu memberikan toturial meski hanya sedikit.

Dari komunitas ini kita yang belajar coding otodidak bisa mendapat lebih dari yang diinginkan, minimal mendapatkan teman yang seprofesi.

Istirahat

Jujur saja, hal ini sering saya abaikan. Padahal waktu istirahat juga penting untuk tetap menjaga performa dalam belajar. Menjaga kondisi tubuh tetap baik, juga mempengaruhi kualitas diri tetap terjaga. Tidak mudah stress saat membuat program ketika mendapatkan error yang berlebihan.