Belajar Linux
Belajar Linux

Distribusi Linux atau kita sering mendengar dengan istilah Distro Linux adalah sistem operasi yang terdiri dari kernel linux dan kumpulan perangkat lunak diatur dalam manajemen paket. Setiap distro linux memiliki tampilan GUI yang berbeda dan pada umumnya menggunakan Desktop Environment XFCE, GNome, KDE, Cinnamon, dan masih banyak lagi. Untuk belajar linux, Anda bisa memilih salah satu distro tertentu rekomendasi yang paling banyak digunakan Di Indonesia adalah Ubuntu.

Daftar Isi

Saat ini ada lebih dari 100 distro linux yang beredar, mereka pada umumnya adalah turunan dari distro linux besar seperti Debian, Ubuntu, Fedora, dan Slackware.

Belajar Linux

Karena kita sedang belajar linux, maka disarankan menggunakan virtualBox atau alat virtual lain untuk membuat komputer virtual. Atau bisa juga menggunakan versi Live yang bisa langsung menjalankan sistem operasi linux tanpa harus menginstallnya kekomputer terlebih dahulu. Sekarang LiveCD tidak harus menggunakan CD/DVD, tapi bisa juga menggunakan media USB (Boot menggunakan USB).

Dengan menggunakan virtualBox atau via LiveCD, kita bisa belajar linux tanpa mengganggu sistem operasi utama yang sudah terinstall dikomputer. Tapi kalau Anda ingin belajar menginstall Linux, maka lebih baik gunakan virtualBox atau yang lainnya. Karena disini kita akan mulai belajar menginstall linux dari awal.

Belajar linux dengan cara menggunakan virtualBox Anda akan lebih banyak mengetahui tentang cara mengatur partisi harddisk dan memilih paket (tergantung dari distro linux yang dipilih). Kalau belajar linux dengan LiveCD, Anda hanya akan belajar linux cara menggunakannya saja.

Seperti kita belajar sesuatu pada umumnya yang ada tingkatan level kemampuan, belajar linux juga ada tingkatannya. Dimulai dari tingkat pemula, kemudian belajar tentang perintah dilinux, dan jika diperlukan belajar server linux, dan yang terakhir belajar tentang keamanan sistem linux.

Belajar Linux Untuk Pemula

Belajar linux level pemula untuk mereka yang sama sekali belum pernah mengenal linux, hanya sekedar baru mendengar namanya saja. Dan tahap ini tentu saja bagian penting yang harus dilakukan.

Belajar Sejarahnya

Tahap pertama belajar tentang sejarahnya, dengan begitu diharapkan akan menambah motivasi kita dalam mengenal linux lebih dekat. Bagaimana linux itu bisa tercipta, dan ada apa hubungannya antara linux dan unix. Bagaimana filosofi linux itu.

Tidak semua orang mengetahui bahwa sesungguhnya linux itu sudah digunakan dimana-mana, yang paling banyak saat ini adalah pada SmartPhone. Ya smartphone yang Anda semua miliki itu menggunakan sistem operasi Linux, Yes Android termasuk dari bagian Distro Linux.

Secara tidak langsung sebenarnya Anda sudah mulai menggunakan Linux tanpa disadari. Selain digunakan pada smartphone, linux juga telah lama digunakan pada komputer server, sistem jaringan, beberapa alat kesehatan, dan saat ini juga telah digunakan dalam bidang otomotif. Yaitu Mobil Tesla yang juga menggunakan linux untuk sistem kendaraannya.

Memilih Distro Yang Tepat

Ini biasanya hal yang paling sering menjadi kegundahan, sebab semakin banyak pilihan justru membuat semakin sulit memilih. Berbeda dengan Windows yang hanya punya varian sedikit, linux mencapai ratusan. Maka perlu mempertimbangkan dari segi kegunaan, tujuan dari menggunakan sistem operasi ini untuk apa. Apakah untuk multimedia, game, development, desain grafis, atau umum.

Setelah itu, menyesuaikan dengan hardware yang kita miliki, ini juga faktor penting memilih distro linux yang tepat. Sebab ada alasan mengapa ada banyak sekali distro linux beredar. Tentu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya dan juga menyesuaikan dengan perangkat yang ada saat ini.

Pada varian distro tertentu, mereka ada yang menyediakan versi LTS Long Term Support, adalah masa dukungan pembaruan lebih lama dari varian yang non-LTS, umumnya 5 tahun. Versi LTS ini disarankan pada pengguna komputer untuk bekerja. Sebab lebih stabil dan sedikit masalah.

Belajar Menginstall Linux

Linux itu ada yang dirancang khusus untuk komputer atau laptop lama, serlain hardware modern. Dan kita bisa menggunakan satu komputer saja untuk belajar linux. Yang sudah disinggung diawal bisa dengan LiveCD atau Virtualisasi.

Metode Belajar Linux

  • Live CD / USB : Bisa langsung praktik menggunakan linux tanpa install dikomputer. Tidak akan mengganggu sistem yang sudah ada, dan cara belajar yang cepat.
  • Virtualisasi : Bisa belajar menginstall seperti menginstall dikomputer sungguhan, sistem yang berjalan dapat dilakukan perubahan dan penyesuaian.
  • Dual Boot : Merasakan sensasi menggunakan linux yang sesungguhnya, karena berada dikomputer sungguhan dan kita tidak kehilangan sistem operasi sebelumnya.
  • Full OS

Belajar Perintah Linux

Meski linux sudah dibekali dengan GUI yang bagus, tetapi setiap pengguna linux pasti akan membuka dan mempelajari perintah command di Terminal, atau kalau di Windows itu disebut DOS/Command Prompt. Dengan command line, bisa melakukan lebih banyak dari pada menggunakan GUI.

Baca Juga: SparkyLinux

Terminal atau Shell adalah antarmuka yang digunakan untuk menjalankan perintah dilinux, biasa disebut CLI Command Line Interface.

Setelah kita mengetahui perintah dasar dilinux, kita akan juga bisa menggunakan semua jenis linux yang ada karena memang dasarnya adalah sama. Dan perintah dilinux itu bersifat case sensitive, yang artinya ada perbedaan kapital besar dan kapital kecil. Dan semua perintah dasar dilinux itu menggunakan kapital kecil. Buka hanya perintah saja, berikut juga nama file dan folder bersifat case sensitive.

Kalau Anda merasa kurang bagus hafalannya, dilinux ada fitur auticomplete. Jadi kita tidak harus mengingat semua perintah, bisa mengingat beberapa awal hurufnya saja. Untuk memunculkan nama perintah dilinux menggunakan tab 2x setelah kita mengetikkan satu atau dua atau beberapa huruf awal.

Pada layar shell dan terminal, Anda akan melihat tanda $ dan #. Tanda pagar # menandakan bahwa kita sedang login menggunakan user root/super user, dengankan tanda $ kita sedang menggunakan user biasa. Kedua jenis user dalam linux ini memiliki wewenang dan hak akses yang berbeda.

Belajar Linux Server

Linux server bukan hanya digunakan pada web server, bisa juga untuk keperluan lain seperti database, email server, vpn server, dan lainnya.

Kalau ingin belajar linux server, bisa dengan menyewa vps server, atau bisa secara offline menggunakan virtualisasi dan menginstall distro linux yang dikemas untuk server. Misalnya Debian Server, Ubuntu Server, atau CentOS. Kebanyakan orang menggunakan CentOS untuk server.

Kenapa banyak server yang menggunakan Linux sebagai sistem operasinya? jawaban tentu linux yang terbaik dan tentu saja Free. Free bisa berarti gratis tanpa biaya lisensi, dan juga bisa berarti bebas untuk digunakan dan dimodifikasi. Dengan ini juga linux sudah membantu penghematan biaya lisensi (untuk yang gratis).

Belajar Linux Security

Setelah belajar linux server ada baiknya juga belajar linux security. Distro yang dibuat khusus untuk keperluan ini adalah Kali Linux yang dulu bernama backtrack. Kali Linux diracik untuk keperluan digital forensic, penetration testing, dan audit keamanan jaringan.

Semua distro linux pada dasarnya juga bisa digunakan untuk semua keperluan, hanya tinggal menginstall paket yang berhubungan dengannya. Tapi akan berbeda.

Selain Kali Linux, ada juga distro linux lain yang didesain untuk keperluan ini yang sudah dilengkapi dengan tool security dan hacking.

  1. BlackBox
  2. Parrot Secrity OS
  3. BlackArch
  4. Buqtraq
  5. DEFT Linux
  6. Pentoo Linux

Saya dulu sering dianggap hacker oleh teman-teman, karena dilaptop terinstall linux. Padahal itu linux ubuntu dan untuk menjadi hacker tentu ada tahapan belajar linux yang mesti dilewati. Mungkin karena sering ada film tentang hacker yang sedang beraksi, pada tampilan layar laptopnya hanya berupa command.?️?️?️

Untuk belajar hacker tentu Anda harus belajar tentang linux dan juga belajar coding. Karena jika tidak belajar coding tidak bisa membuat program exploit sendiri. Dan lebih bahaya untuk diri sendiri karena bisa saja Anda malah menjadi hacker kriminal kalau tidak bisa coding. Ada alasan tersendiri untuk itu.

Penutup