Belajar Linux untuk Pemula
Belajar Linux untuk Pemula

Diantara ribuan Distro Linux, bagi pemula seperti saya sangatlah membingunkan meu memilih yang mana yang cocok untuk mulai belajar linux untuk pemula. Setelah menimbang hasil dari penelusuran, akhirnya mendapatkan dua pilihan ubuntu atau debian.

Baca Juga: 5 Distro Linux Untuk Pemula

Meskipun Ubuntu merupakan turunan dari Debian, tapi sepertinya terlihat berbeda dari tampilan dan cita-rasa. Disini saya masih belum bisa menentukan pilihan yang terbaik.

Ok, baiklah mulai dari PC yang saya gunakan ini sudah masuk dalam kategori PC Jadul. Menggunakan Intel Core 2 Quad, RAM DDR3 3 GB, dan Harddisk SATA 500GB yang sudah mulai berisik. VGA Card? tidak ada, hanya mengandalkan OnBoard dari MoBO.

Mungkin seperti kita semua, sebelum mengenal Linux, kita sudah menggunakan sistem operasi Windows "sejak lahir". Tapi belakangan saya mengetahui bahwa, menggunakan windows haruslah membeli lisensi. Ternyata harga lisensi windows diluar dari dugaan saya. Belum lagi software lainnya seperti MS Office, Corel dan PhotoShop jika desainer dan lain-lain. Untuk harga lisensi itu semua tentu akan menguras isi kantong.

Singkat cerita, setelah mencari solusi terbaik. Menemukan Sistem Operasi Linux yang berlisensi Free. Berangkat dari sana saya mulai ingin belajar linux. Apakah bisa menggantikan kebutuhan saya dari OS terdahulu?

Dan akirnya saya memutuskan untuk mencoba satu persatu antara Debian dan Ubuntu. Saya mulai mendownload ISO Image dari kedua distro tersebut dan kemudian menginstallkan pada Komputer saya.

Pengalaman menarik saat install OS ubuntu pertama kali. Hanya mengisi beberapa data dan tinggal tunggu sampai selesai sekitar 10 menit. Beres, dan langsung digunakan. Wah asik sekali ini Ubuntu pikir saya. Sekali install langsung tersedia LibreOffice dan kawan-kawannya.

6 Bulan saya menggunakan Ubuntu, dan sepertinya ada yang kurang disini. Komputer agak lamban, mungkin karena unity membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi dari komputer saya. Ok seharusnya itu tidak jadi soal, karena bisa diganti dengan XFCE yang lebih ringan untuk urusan Desktop Environment. Sebenarnya hanya ingin mencoba Debian.

Setelah selesai install debian GNome, rasanya saya lebih cocok nih dengan debian. Maka mulai hari itu sampai saat ini saya menggunakan debian dengan DE XFCE yang lebih ringan.

Beberapa hari yang lalu saya malah tertarik untuk mencoba SparkyLinux, dan tanpa pikir panjang Debian langsung saya ganti dengan SparkyLinux XFCE yang katanya lebih ringan dari Debian XFCE. Rasa menggunakan SparkyLinux ini tidak jauh berbeda dengan Debian. Saya menggunakan SparkyLinux 5.10 Nibiru yang berbasis dari debian 10.

Jadi, perjalanan singkat saya beralih dari Windows OS ke Linux OS bukan tidak ada kendala dan error. Itu pasti ada, yaitu pada saat akan menggunakan printer Canon iP2700 dan Canon L120. Saya harus browsing dulu alias tanya Google bagaimana cara installnya. Dan ternyata mudah. Jadi kalau masih belajar linux, usahakan paket data selalu siap karena selain mencari tutorialnya kita juga akan mendownload paket software dari repository.

Berikut tahapan yang saya lalui saat Belajar Linux

Memilih Distro Terbaik

Karena sangat banyak berkeliaran Distro dari bermacam rasa. Ini juga bisa membuat bingung pemula untuk belajar linux. Karena disebabkan linux dengan sifatnya yang free dan opensource, jadi banyak orang, kelompok, dan perusahaan yang membuat distribusi linux sesuai dengan versi dan kebutukan mereka. Maka, mulailah mencari distro yang spesifik.

Misalnya menyesuaikan dengan hardware komputer yang Anda miliki, apa termasuk komputer jadul atau sudah komputer modern.

Jika komputer jadul mungkin bisa memulai menggunakan SparkyLinux, Lubuntu, antiX Linux, sesuai rekomendasi https://itsfoss.com/lightweight-linux-beginners

Sesuaikan dengan kebutuhan dasar, misalnya untuk bermain game bisa coba Steam OS, Sparky GameOver, dan lainnya.

Jika nanti penggunaannya lebih banyak di multi media, bisa mencoba Ubuntu Studio. Untuk penggunaan Hacking dan Forensik bisa coba Kali Linux dan BackBox. Pilihan lain untuk pendidikan bisa coba Edubuntu dan Debian untuk SMK IT.

Belajar Menginstall

Setelah Anda mendapatkan Distro Linux yang ideal, maka tentu saja mulai menginstall dikomputer. Tapi, sebelum Anda benar-benar menginstallnya, Anda bisa untuk mencobanya dulu versi live.

Versi Live ini bermaksud, kita akan mempelajari sang OS pilihan sebelum benar-benar menginstall secara permanen diharddisk komputer. Live bisa dijalankan menggunakan USB Flasdisk atau CD/DVD.

Mulai mengenal istilah dan perintah dasar

Seiring berjalannya waktu, semakin lama Anda berinteraksi dengan GNU/Linux, pengetahuan Anda akan bertambah dan mulai mengenal istilah yang sering digunakan dilinux. Setidaknya anda akan ketemu dengan istilah repository, gpg-key, terminal, cli, desktop environment, dan juga beberapa perintah seperti sudo, deb, rpm, synaptic (debian dan turunannya), top, dan lainnya.

Membuat Prakarya

Setelah puas dengan penjelajahan, saatnya untuk membuat sebuah karya dari distro linux pilihan Anda. Sambil terus belajar linux Anda pasti bisa. Entah itu membuat sebuah dokumen di libreOffice, membuat gambar di InkScape, atau memanipulasi poto di GIMP, dan lainnya. Pastikan semua itu hasil karya Anda dilinux OS kesayangan Anda.

ERROR

ERROR tetap tidak bisa dielakkan, meskipun Anda bekerja di Windows sekalipun. Pasti setidaknya sekali pernah mengalami ERROR. Begitu juga Linux, tentu dengan metode penyelesaian yang berbeda. Anda harus menghadapinya dan bisa menyelesaikannya. Tapi tenang Anda tidak sendiri, ada komunitas yang besar yang siap membantu masalah Anda.

Jadikan Google Sahabat Anda

Internet bisa menghubungkan antar user linux dari manapun dalam sebuah wadah, baik itu forum atau grup disosial media. Meskipun tidak jarang ketika suatu error terjadi Anda akan lebih dulu menanyakan penyelesaian kepada google. Karena google tau segalanya.

Penutup