Skip to main content

8 Desktop Environment Linux Terbaik (Lingkungan Desktop Linux)

8 Desktop Environment Linux Terbaik (Lingkungan Desktop Linux)

Lingkungan desktop atau desktop environment (DE) yang menjadi inti dari penampilan linux sistem desktop, memberikan rasa berbeda. Bagaimana memilih DE yang salah akan memberikan pengalaman yang kurang baik terhadap pengguna linux. Bahkan mungkin akan kesulitan menggunakannya.

Ada tiga (3) teratas Desktop Environment yang dijadikan sebagai default pada kebanyakan distro Linux, yaitu KDE, GNOME, dan XFCE. Nanti kita akan bahas sebanyak 8 lingkungan desktop linux yang paling banyak digunakan. Saya tidak tau secara persisnya ada berapa banyak DE tersedia, setidaknya ada 50 yang saya ketahui saat ini.

Tapi kamu tidak harus mencobanya semua, ke 50 desktop environment itu. Pada list DE berikut ini hanya 8 saja yang akan saya buat kelebihan dan kekurangannya untuk kamu. Sisanya buat daftar nama saja.

List berikut ini bukan merupakan urutan atau peringkat tertentu. Hanya urutan dari awal saya mencobanya.

Baca juga : Distro Linux Terbaik

Back to top

1) KDE Plasma

kde plasma

KDE Desktop Environment salah satu lingkungan desktop populer, ini adalah desktop pertama yang saya gunakan ketika pertama kali mencoba linux. Dari segi tampilan merupakan yang paling indah (menurut saya) dan dapat disesuaikan.

KDE Plasma versi terbaru, memudahkan penggunanya dalam menghubungkan dengan Android menggunakan KDE Connect. Tidak hanya itu saja, browser plasma juga terintegrasi dengan baik untuk terhubung ke ponsel.

KDE umumnya digunakan pada komputer modern, dan distro yang menggunakan KDE secara default adalah Kubuntu, OpenSUSE, KDE Neon. Kamu juga bisa menginstall KDE sendiri kalau distro Linux yang digunakan saat ini belum terinstall KDE.

# Kelebihan Kekurangan
1 Antarmuka yang modern Berpotensi membingungkan pengguna baru dalam hal kostumisasi lingkungan desktop, karena terlalu banyak tool dan opsi
2 Dapat disesuaikan dan fleksibel Mengonsumsi banyak sumber daya (RAM dan Power
3 Beberapa tool bawaan yang berguna Bukan untuk penggemar GTK
Back to top

2) GNOME 3

gnome

GNOME juga merupakan bagian dari lingkungan desktop linux yang populer, dan juga memiliki turunan yang populer seperti Cinnamon. Dibandingkan dengan pendahulunya yakni GNOME 2, kini lebih mudah digunakan dan makin menarik tampilannya. Navigasi yang ada pada GNOME 2 tetap ada, dan kini ada tambahan GNOME SHELL yang memudahkan pengguna untuk mencari aplikasi dengan mengarahkan kursor ke kiri atas (pojok) maka muncul semua daftar aplikasi yang ada. Beserta kotak pencarian untuk mempercepat menemukan aplikasi yang dicari.

Kamu tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menguasainya, dan inilah yang menjadi kekuatan pada GNOME yaitu ramah terhadap pengguna. Untuk melakukan penyesuaian kostumisasi pada GNome, membutuhkan bantuan tool yang bernama Gnome Tweak (aplikasi pihak ketiga). Kamu bisa melakukan apa saja, tapi ketika melakukan update pembaruan. Ada beberapa atau bahkan semua yang sudah dikostum tadi menjadi rusak atau kembali kepengaturan awal.

Baca juga : Distro Linux Untuk Programmer

Gnome juga cocok digunakan pada perangkat yang menggunakan layar sentuh dan juga PC/Laptop.

# Kelebihan Kekurangan
1 UI Modern dan mendukung layar sentuh Kurang cocok untuk komputer lama dan RAM dibawah 1GB
2 Menggunakan ekstensi Gnome Shell dapat memperluas fungsi pada GNome 3 Pengguna baru mungkin kesulitan tanpa Gnome SHell
3 Tidak Berantakan Bukan untuk penggemar GTK
4 Minimalis -
Back to top

3) LXDE

lxde

LXDE (Lightweight X11) Sangat baik untuk digunakan pada komputer lama dan yang memiliki sumber daya terbatas. Menggunakan OpenBox sebagai window manajer yang mengedepankan efisiensi pada sumber daya dan sangat ringan. Kalau tampilannya mirim seperti windows 98 dengan tombol menu dikiri bawah.

Pilihan tepat untuk kamu yang menginginkan lingkungan desktop hemat memory dan hemat daya, LXDE juga digunakan pada Raspbarry PI yaitu bernama PIXEL merupakan versi modifikasi dari LXDE. Semua aplikasi yang ada didalamnya (aplikasi inti) juga sangat ringan, Manajer File (PCMan), LXTerminal, dan LXApparance untuk mengkostumisasi tampilan mulai dari icon, wallpaper, dan tema.

Kamu tidak akan menemukan efek jendela dan animasi seperti pada KDE, semuanya ditiadakan karena keringanan adalah segalanya. Kalau kamu terbiasa dengan animasi dan segala efek yang ada di KDE, pasti akan merasakan betul perbedaan yang mencolok.

# Kelebihan Kekurangan
1 Performa yang sangat cepat dan ringan User interface yang mungkin tidak begitu menarik
2 UI yang layak untuk komputer lama dan yang menginginkan performa tinggi Tidak banyak yang bisa dikostumisasi
3 - Tidak banyak distro yang menggunakan default, namun tetap bisa diinstall sendiri
Back to top

4) XFCE

xfce

Meski populer, XFCE tidak memiliki banyak pengembang yang menjadikannya lambat berkembang dan tidak begitu banyak pembaruan. XFCE dan MATE bernasip sama, tidak banyak memiliki perubahan karena keterbatasan itu. Meski begitu, banyak orang yang tetap menyukainya termasuk saya. Saat ini menggunakan DE XFCE sebagai default.

Sejak tahun 1996 XFCE diluncurkan, dikenal sebagai Desktop Environment yang cepat dan ringan serta banyak juga distro yang menggunakan sebagai default lingkungan desktopnya. Xubuntu, Ubuntu Studio, Devuan, Manjaro, MX Linux, BackBox, Black Lab Linux, dan Sparky Linux mereka menggunakan XFCE pada default desktop environment. Distro Linux lain pun meski tidak menggunakanya menjadi default, tetap menyediakan dukungan terhadap XFCE diantaranya Debian, OpenSuse, dan lainnya.

XFCE pada setting standar memiliki tampilan seperti GNOME, tapi XFCE bukan turunan atau bagian dari GNOME, hanya menggunakan toolkit yang sama yaitu GTK 3. Saat ini tentang kecepatan XFCE dikalahkan oleh LXDE, tapi XFCE masih lebih modern dibandingkan LXDE. Aplikasi inti XFCE yaitu Thunar File Manager telah mengalami peningkatan kecepatan dengan respon yang lebih baik.

XFCE juga mudah untuk diseuaikan, terutama pada bagian panel dengan xfce4-panel. Ini bagian yang paling fleksibel dari DE ini. Tinggal klik kanan pada panel, kita dapat menambahkan apa saja yang diinginkan. Mengatur tinggi dan lebar, posisi panel, notifikasi, dan lainnya.

Xfwm adalah window manajer milik XFCE yang juga sama ringannya seperti OpenBox dan lebih ramah pengguna. Xfburn adalah aplikasi untuk membuat DVD, xfce-terminal untuk menjalankan perintah dari terminal dan ini yang paling saya suka. Ramping dan mendukung mode warna, jadi tidak hanya layar hitam putih saja.

# Kelebihan Kekurangan
1 Konsumsi daya rendah, sehingga dapat digunakan untuk komputer lama dan juga untuk yang menginginkan kinerja maksimal dari sistem. Perkembangannya lambat
2 Berjalan dibanyak platform Tidak memiliki desain efek yang modern, model transparansi, dan efek lain seperti KDE
3 Mudah dikostumisasi Tidak bisa menggunakan tombol fn di laptop
4 Stabil Ada fungsi standar DE yang tidak dimiliki, untuk menambahkan fungsi tambahan itu harus menginstall milik MATE atau GNOME yang tentu akan mempengaruhi kinerja karena harus menginstall juga dependensinya.
5 Mendukung HiDPI -
6 Manajemen panel yang baik dan memiliki applet panel -
Back to top

5) Cinnamon

cinnamon

Cinnamon masuk golongan Desktop Environment Tradisional lainnya selain XFCE dan LXDE. Ini adalah DE yang dibuat untuk Linux Mint yang merupakan turunan dari GNOME 3 yang dirasa lebih fungsional dibandingkan GNOME 3.

Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menarik minat pengguna windows, dan yang baru beralih dari windows merasa tidak asing dengan tampilannya. Semua kebiasaan di windows dari menu, shotcut, systray tetap ada pada panel yang diletakkan dibawah layar.

Karena Cinnamon ini masih herus bergantung dengan GNOME, maka kinerja yang telah dioptimalkan tetap membutuhkan konsumsi daya yang seperti GNOME. Meski begitu ini tetap bisa menjadi alternatif yang layak dengan memanfaatkan yang terbaik dari GNOME dengan kemasan tradisional.

# Kelebihan Kekurangan
1 Desain desktop tradisional Desain konservatif, karena berusaha terlalu mirip windows 7.
2 Kontrol penempatan icon pada banyak monitor Kadang-kadang membeku
3 Dapat menjalankan aplikasi untuk desktop lainnya Masih menggunakan aplikasi GNOME untuk menjadikannya lingkungan desktop yang lengkap.
Back to top

6) MATE

mate

Ini cocok untuk Kamu yang menginginkan tampilan tradisional dan dapat dijalankan pada komputer lama, atau komputer yang lebih lambat. Pilihan alternatif bagi yang tidak begitu menyukai Cinnamon dan sebagai upaya untuk tetap mempertahankan kelangsungan GNOME 2 (Gnome Classic). Cinnamon dan MATE sama-sama turunan dari GNOME, bedanya MATE mengadopsi dari GNOME 2

MATE default menggunakan dua panel di atas dan di bawah, pada bagian bawah menampilkan jendela yang terbuka, dan menu berada pada kiri atas. Panel juga dapat dikostum dengan menambahkan applet.

Pusat kontrol memberikan kamu untuk akses sebagian besar pengaturan sistem juga beberapa bagian MATE yang mudah dilakukan penyesuaian sendiri. Distro linux yang menggunakan MATE adalah Ubuntu MATE yang dirancang khusus untuk inegrasi yang lebih lancar di Ubuntu.

# Kelebihan Kekurangan
1 MATE 1.24 diporting ke GTK 3 dan semuanya mendukung HiDPI Tidak dapat digunakan pada layar sentuh
2 Banyak fitur baru Membutuhkan file XML untuk wallpaper
3 Dapat bekerja baik dengan komputer lama Tidak memiliki forum yang resmi.
4 Stabil Tidak dapat menyimpan posisi icon di desktop.
Back to top

7) Deepin

deepin de

Pengguna Linux ada yang lebih mementingkan tampilan yang eye candy untuk itulah Deepin DE hadir. Yang awalnya ini hanya tersedia untuk Distro Deepin saja, dan sekarang secara bertahap juga dapat digunakan pada Distro Lain.

Baru pada Ubuntu DDE yang berhasil mengintegrasikan Ubuntu dengan Deepin DE, kemudian mengikuti pada distro linux lainnya. Tampilan pada Deepin lebih ke nuansa macOS.

# Kelebihan Kekurangan
1 Mudah digunakan Tidak terlalu mudah dikostum
2 Stabil Penerjemahan yang tidak sempurna
3 Tampilan yang sangat bagus Belum stabil pada distro tertentu.
4 Mendukung layar sentuh Mirip seperti konsep windows yang non-kostimisasi.
Back to top

8) LXQT

lxqt

LXQT Desktop Environment QT yang ringan dibandingkan dengan LXDE dalam hal tampilan. Bisa menjadi alternatif bagi yang menginginkan keindahan dan rasa LXDE. Tampilan yang modern dan tetap mempertahankan kinerja yang lebih tinggi.

Baca Juga : Debian vs Devuan

# Kelebihan Kekurangan
1 Ringan dan memiliki performa tinggi Belum mendukung layar UHD
2 Untuk Komputer lama Tidak banyak yang bisa dikostum
3 Modular File manager yang kurang bagus.
4 QUI indah menggunakan QT Pcmanfm-qt membutuhkan gvfs milik gnome untuk mount drive.
4 - Membutuhkan dependensi pada KDE yang banyak.
Back to top

9) Pilih Mana Desktop Environment Linux Terbaik?

Akhirnya kamu sudah mengetahui lingkungan desktop linux terbaik, dari 8 desktop environment linux mana yang menjadi pilihan kamu?

Untuk yang menginginkan performa dan tidak mementingkan tampilan, pilihan ada pada LXQT atau LXDE. Dan untuk tampilan yang lebih bagus pada komputer modern KDE atau GNOME.

Untuk yang tetap dapat berjalan lancar pada komputer lama bisa memilih MATE atau XFCE, dan pengguna yang tidak terlalu suka dengan mengubah tampilan lebih cocok menggunakan Deepin DE.

Berikut ini adalah daftar lengkap Desktop Environment (Lingkungan Desktop) Linux yang saya ketahui termasuk yang sudah disebutkan di atas

AfterStep, Android, Awesome, Blackbox, bspwm, Budgie, Cinnamon, Consort, Deepin, dwm, Enlightenment, Equinox, Firefox, Fluxbox, flwm, FVWM, GNOME, Hackedbox, i3, IceWM, ion, JWM, KDE, KDE Plasma, Kodi, Lesstif, Lumina, LXDE, LXQt, MATE, Maynard, Metacity, Mezzo, Moblin, Openbox, Pantheon, Pearl, pekwm, Ratpoison, Razor-qt, SLWM, Sugar, Trinity, TWM, Unity, WebUI, WMaker, WMFS, WMI, Xfce.

Back to top