Distro Linux Terbaik Untuk Programmer
Distro Linux Terbaik Untuk Programmer

Sistem operasi berbasis GNU/Linux adalah yang terbaik untuk mereka yang berpforesi sebagai developer atau pengembang software atau programmer. Dengan menggunakan Distro Linux, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan membuat sesuatu yang baru. Tetapi ada satu masalah yang dihadapi memilih distro linux terbaik untuk pengembang software yaitu kompatibilitas, stabilitas, daya, dan fleksibilitas.

Daftar Isi

 

Banyak juga yang telah memantapkan untuk memilih Distro Debian dan Ubuntu sebagai distro linux terbaik untuk programmer. Dan selain itu masih ada pilihan lain yaitu Arch Linux, OpenSUSE, dan lainnya. Basis Linux lainnya Raspbian juga menjadi pilihan yang sempurna untuk memulai programming menggunakan perangkat Raspberry PI.

Mengapa Distro Linux Terbaik Untuk Programmer?

Ada banyak alasan untuk itu semua yang dapat dijadikan sebagai inspirasi. Selain distro linux untuk programmer, banyak juga beredar distro linux yang ditujukan untuk pemula, karena sebagian besar orang masih menggunakan Windows.

Baca juga : Distro Linux Untuk Pemula

Meski tidak semua programmer memilih untuk menggunakan sistem operasi open source ini, karena alasan lain. Tapi Distro Linux tetap menjadi yang terbaik untuk melakukan pemrograman dan pengembangan. Terutama pada peruntukan pengembangan teknologi baru seperti game, website, blockchain, atau machine learning. Linux adalah pilihan terbaik karena bebas(free) dan juga open source.

Menggunakan OS ini tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli lisensi dan perangkat lunak lain. Karena dapat diunduh bebas diwebsite resmi atau mirrornya, bahkan Kamu juga bisa mendapatkan sumber kode dari OS itu yang diijinkan untuk dimodifikasi. Untuk menambah kenyamanan sesuai dengan gaya sendiri.

Kamu bisa melakukan kostumisasi lebih mendalam, mengatur lingkungan desktop sendiri. Jika tidak dibatasi pada OS tertentu, hampir semua bahasa pemrograman dapat berjalan di Linux. Ditambah lagi, keahlian pada linux masih dicari, dengan keahlian ini tentu akan menambah point kamu pada saat mencari pekerjaan.

Perlu untuk diketahui juga sebenarnya tidak ada Distro yang secara khusus dibuat untuk programmer (mungkin saya belum menemukannya). Ini sebenarnya tidak menjadikan soalan, karena semua linux itu sama pada dasarnya menggunakan kernel yang sama, berikut juga perangkat lunak yang ada didalamnya. Yang membedakan hanyalah versinya, tapi ini juga bisa diupdate sendiri. Tapi memang ada beberapa distro yang lebih disukai karena cara mereka membangunnya. Yang perlu diperhatikan adalah Jenis pemrograman yang akan dibuat, apakah untuk pengembangan website, sistem, atau aplikasi.

Pertimbangannya adalah seperti berikut, ini juga bisa berlaku untuk keperluan lain.

  1. Stabilitas, bagaimana kestabilan sistem pada OS itu
  2. Ringan, Sebagus apa tampilan yang ditawarkan, kalau tidak ringan tentu akan menjengkelkan. Memilih distro yang tanpa bloatware ini adalah distro yang ringan. Pertimbangkan juga tentang support dan update secara berkala.
  3. Support, Sebagai pertimbangan yang penting juga. Karena bisa saja ada error saat menggunakannya. Kita bisa mencari solusinya dengan mudah. Komunitas yang besar tentu lebih menguntungkan untuk cepat mendapatkan bantuan terhadap solusi masalah yang terjadi.
  4. Referensi Pribadi, memilih berdasarkan referensi pribadi. Misalnya apakah kamu lebih suka pada lingkungan desktop KDE, GNOME, LXDE, XFCE, Cinnamon, atau Unity. Untuk pengelolaan paket lebih suka yang apt-get, pacman, yum, atau portage. Lalu apakah lebih suka distro berbasis debian atau RPM?

Setelah kita tau linux itu lebih bagus untuk pemrograman, blockchain, game, aplikasi, atau untuk tujuan pengembangan web. Sekarang kita coba memilih distro linux terbaik untuk programmer, mana yang lebih tepat untuk kamu.

Debian

Debian GNU/Linux menjadi induk dari banyak distro lainnya. Rilis terbaru kali ini hadir dengan fitur yang lebih powerfull. Alasan yang lebih dapat diterima sebagai distro linux terbaik untuk programmer karena memiliki sejumlah paket yang ditujukan untuk sistem keamanan dan stabilitas.

Debian juga ramah terhadap pengguna baru, memiliki banyak dokumentasi dan tutorial yang dengan mudah dapat ditemukan. Ditambah lagi komunitas yang besar, maka tidak akan sulit untuk menyelesaikan masalah kamu. Meski versi stabil debian dikatakan tidak uptodate, tapi debian juga menyediakan distro berlabel ekperimental yang memiliki paket terbaru dan ini masih tahap pengujian. Hanya disarankan untuk administrator sistem.

Kalau kamu tidak suka menggunakan systemd sebagai init sistem, ada alternativ lain yaitu Devuan adalah debian tanpa systemd yang menggunakan Sys-V init dan OpenRC. Bisa Kamu baca lagi tentang Debian VS Devuan.

Baca juga : Sys-v init vs SystemD

Pilihan ini adalah untuk Kamu yang menginginkan kestabilan dengan repository yang memiliki ribuan aplikasi open source serta manajemen paket .deb yang populer.

Ubuntu

Umumnya digunakan untuk pengembang python dan website. Ubuntu telah menjadi distro yang menarik untuk segmen desktop. Ini semua berkat dukungan dari Cannonical serta tidak lepas dari komunitas open source selama bertahun-tahun.

Distro turunan debian ini banyak juga digunakan untuk aplikasi cloud dan server. Dirilis juga dengan berbagai varian desktop yang berbeda, tentu untuk memenuhi kebutuhan setiap orang yang berbeda kebutuhan.

Karena berbasis debian, untuk mendapatkan paket .deb tidaklah sulit. Demikian juga pada Ubuntu Software Center menyediakan banyak aplikasi gratis, tentu tidak salah jika dikategorikan sebagai distro linux terbaik untuk programmer.

Untuk versi LTS, tetap akan memberikan dukungan selama 5 tahun dengan mempertahankan kestabilannya. Banyak yang tidak menyukai desktop Unity dan tidak sedikit juga yang tetap menggunakannya. Tapi ubuntu kembali lagi ke GNOMe.

Mengapa kita memilih ubuntu untuk melakukan pemrograman? karena ini juga termasuk yang populer memiliki komunitas yang besar, Varsi LTS adalah pilihan terbaik dengan dukungan hingga 5 tahun. Serta manajemen paket .deb.

OpenSUSE

Memiliki dua varian yaitu Leap dan Tumbleweed. Untuk dukungan yang lebih lama dan dengan kestabilan maka pilihannya ada pada Leap karena LTS. Kalau ingin merasakan aplikasi terbaru yang up to date dan mendukung perangkat keras terbaru, pilihannya adalah Tumbleweed merupakan varian rolling release.

OpenSUSE memiliki kekuatan utama pada manajemen paket yang bernama YaST, memudahkan penggunanya dengan mengotomatisasi berbagai tugas. Programmer dapat mengandalkan OpenSUSE karena kemudahan menginstall software, basis data paket yang luas dan dukungan komunitas yang banyak.

Mengapa programmer mempertimbangkan memilih OpenSUSE? Yang pasti karena stabil dan memiliki ribuan paket direpository terbaru dan diperbarui secara berkala. Dengan YaST adalah manajemen paket yang disukai banyak orang.

Fedora

Hal terbaik tentang Fedora adalah sponsor utamanya yaitu Red Hat, Inc. Ini adalah proyek komunitas yang menghadirkan sistem operasi mutakhir. Seringkali menjadi inspirasi distro lainnya mengadopsi fitur terbaru untuk rilis terbaru mereka dari Fedora. Konfigurasi otomatis dan update paket menjadikan pilihan sempurna untuk pembuat kode.

Fedora hanya menyediakan paket yang open source, ini sangat cocok sekali untuk penggemar open source. Bahkan Linuz Trovalds lebih suka Fedora dari pada Debian atau Ubuntu.

Alasan para developer software yang memilih Fedora antara lain, ada varian workstation yang dirancang khusus untuk pengembang. Stabil dan menyediakan banyak tool untuk developer. Mendukung sebagian besar perangkat keras serta rilis dengan fitur terbaru, keamana, stabil, dan perbaikan bug.

Arch Linux

Kalau ingin memiliki kontrol penuh terhadap sistem, Arch Linux adalah pilihannya. Kamu akan memulai dari bawah untuk membangun sistem sendiri, untuk kebutuhan khusus kamu dan distro hebat ini untuk programming dan keperluan lain.

Ini adalah distro yang rolling rilis, jadi cukup install sekali saja maka setiap kali versi baru muncul kita bisa langsung upgrade. Untuk melakukan pekerjaan lain seperti penetrasi, Kamu dapat dengan mudah mengubahnya menjadi sistem BlackArch. Jika ada kendala, dapat meminta bantuan dari komunitas.

Ingin mendapatkan pengalaman lebih banyak tentang Linux? gunakan Arch Linux. Karena kamu akan membangun sistem pribadi sendiri, dan tenang saja karena dokumentasi Arch Linux termasuk yang paling baik dan lengkap.

Gentoo

Gentoo memberikan fleksibilitas, kestabilan, dan semua yang kamu inginkan. Kamu dapat mencoba Gentoo dengan melakukan opsi komilasi dari sumber kode. Yang sangat memungkinkan untuk membuat seluruh sistem menyesuaikan arsitektur CPU secara spesifik.

Distro Gentoo, Slackware, dan Arch Linux pada versi tertentu, adalah distro yang sulit untuk diinstall. Namun jika ingin mendapatkan banyak pengalaman dengan Linux coba juga Gentoo selain Arch Linux. Ini sangat bagus untuk yang menyukai tantangan agar menjadi lebih ahli di Linux, bagus juga untuk pengembang paket linux dan aplikasi lintas platform.

Kali Linux

Kali Linux dibuat oleh Offensive Security, fitur utama yang juga banyak disukai adalah untuk melakukan tes penetrasi terhadap jaringan dan sistem komputer yang rentan. Kalau kamu sedang belajar hacking otodidak menjadi ethical hackers, distro ini juga tepat untuk digunakan. Selain para pembuat kode yang sedang mencari distro linux terbaik untuk programmer.

Meski tidak dirancang untuk pemula yang belum mengerti alur Linux, tidak ada salahnya bagi pemula yang mulai belajar untuk menambah kemampuan dan pengalaman terhadap Linux.

Suatu kombinasi yang istimewa dengan adanya tool untuk peretas hacker ethical dan juga programmer. Kalau saja kode program yang Kamu buat masih beringgungan, itu pilihan tepat pada Kali Linux.

Raspbian

Komputer mini seukuran kartu kredit, menjadi hit semenjak banyak diajarkan disekolah untuk pembelajaran mengenai pemrograman linux dan dasar koding. OS Raspbian hadir dengan banyak tool, pin konektor, dan port yang bermanfaat. Cocok digunakan untuk pembuat kode yang mempelajari pengkodean sistem tanam (embedded systems).

Tersedia BlueJ, Geany, Greenfoot, Mathematica, Python, Node-RED, Scratch, dan alat lainnya untuk membuat proses belajar Anda lebih efektif. Jika kamu sedang mendalami dunia DIYing, tidak ada yang lebih baik dari kombinasi Raspberry PI dengan Raspbian.

Akhir Kata

Kalau kamu bertanya kepada 10 orang berbeda, maka akan mendapatkan 10 jawaban yang berbeda. Kalau kamu bertanya kepada saya manakah distro linux terbaik untuk programmer, saya akan menjawab Devuan (karena saya menggunakannya, meski tidak dibahas dihalaman ini).

Lebih baik mencoba distro yang ingin digunakan adalah direkomendasikan. Tapi kalau ingin menggunakan yang paling banyak digunakan orang tentu saja Ubuntu dan Debian. Meski begitu, semua distro tetap bisa digunakan untuk pekerjaan kamu dengan cara yang berbeda sedikit.