Skip to main content

8 Distro Linux Untuk RAM 2GB Atau Kurang Dari

linux untuk ram 2 gb

Inilah enaknya menggunakan GNU/Linux, ada begitu banyak pilihan sehingga kita bisa lebih leluasa mencari distro linux mana yang cocok dengan kebutuhan. Dalam hal kebutuhan ini meliputi dari tujuan penggunaan yaitu untuk game, multi-media, video, programming, pekerjaan kantor, edukasi, sains, dan lainnya. Termasuk juga dalam hal kebutuhan menyesuaikan dengan spesifikasi komputer atau laptop yang dimiliki saat ini. Tak jarang, masih ada yang memiliki komputer dengan spesifikasi rendah. Mungkin komputer lama (tua) dengan ram kurang dari 2GB. Untuk kebutuhan itu ada distro linux untuk ram 2gb yang mungkin cocok untuk digunakan pada komputer atau laptop kamu.

Memilih distro linux untuk komputer ram 2gb atau kurang, ternyata memang masih banyak yang menyediakannya. Mulai dari untuk pengguna yang sudah mahir dan ada juga disro linux yang dirancang agar dapat berjalan pada komputer tua bagi pengguna linux baru.

Biasanya komputer dengan ram 2GB, akan terasa berat menjalankan sistem operasi windows 7 atau yang terbaru. Karena OS itu membutuhkan spesifikasi hardware yang lumayan, meski linux juga ada yang membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi. Bedanya distro linux sangat bisa diterima alasannya sebab dia membutuhkan hardware yang tinggi. Contohnya Steam OS, salah satu distro linux yang khusus untuk bermain game dari Steam dan tentu membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi. Distro lainnya yang membutuhkan hardware yang tinggi tentu saja distro yang menjalankan aplikasi web server dan sejenisnya.

Saya telah mencoba beberapa distro linux yang mengklaim dapat dijalankan pada hardware rendah. Percobaan ini saya menggunakan QEMU yaitu software untuk membuat komputer virtual. Semua distro yang dicoba memang dapat berjalan pada komputer virtual dengan RAM 512MB, tapi ada yang tidak cocok untuk pengguna baru seperti saya. Meski begitu akan tetap dimasukkan dalam daftar Linux untuk RAM 2GB kebawah berikut ini.

Back to top

1) Tiny Core Plus

File iso Distro Linux ini hanya 216 MB, saat dijalankan pada komputer virtual dengan ram 512 MB CPU 1 Core terasa ringan. Memang belum ada aplikasi apapun yang sudah terinstall, jadi harus menginstall aplikasi sendiri.

Kesan pertama kali saya merasa senang bisa menggunakan OS GUI dengan RAM 512 MB. Dan betul terbukti sesuai dengan yang diklaim mereka. Yaitu rekomendasi menggunakan Prosesor Intel Pentium 2 dengan RAM minimal 128 MB, meski dibawah itu juga tetap dapat berjalan baik.

Perangkat penting di linux (menurut saya) adalah LAN dan WiFi, juga dapat dikenali. Tapi saya masih kurang paham dengan cara install aplikasi di Tiny Core Plus ini. Meski klaim mereka untuk pengguna baru direkomendasikan adalah Tiny Core Plus. Kalau Tiny Core Plus saja masih susah apalagi yang Tiny Core atau yang Base. Pasti lebih susah lagi.

Kesimpulan saya pada Tiny Core Plus ini, masih kurang cocok untuk pengguna baru. Secara keseluruhan Tiny Core Plus memang dapat berjalan dengan baik pada komputer spesifikasi rendah (meski saat pengujian saya menggunakan komputer virtual).

System requirements

Minimal configuration: Tiny Core needs at least 46 MB of RAM in order to run, and Core requires at least 28 MB of RAM. The minimum CPU is an i486DX.

Recommended configuration: A Pentium 2 CPU and 128 MB of RAM are recommended for Tiny Core.

Back to top

2) Puppy Linux

Puppy Linux memiliki aplikasi pre-installed yang lebih banyak dibandingkan dengan Tiny Core Plus. Saat menjalankan versi live sudah tersedia aplikasi pengolah kata menggunakan Abiword dan pengolah angka menggunakan Gnumeric. Tapi saya tidak berhasil menginstall ke harddisk, entah kenapa belum ditemukan permasalahannya.

Saat menjalankan versi live sendiri juga terasa ringan, meski dengan RAM 512 MB. Biasanya kalau menjalankan versi live, performa akan berkurang tapi ini tidak. Karena Puppy Linux hanya membutuhkan RAM minimal 256 MB, dan pada dasarnya OS ini ditujukan untuk keperluan rescue sistem meski ada opsi untuk menginstall ke harddisk (dan saya belum berhasil menginstallnya).

Back to top

3) Deepin OS

Deepin OS menawarkan tampilan yang indah meski dia termasuk linux yang ringan dan stabil dapat berjalan dengan baik di komputer tua. Deepin OS memang tidak terkenal seperti Induknya yaitu Ubuntu, yang memiliki komunitas sangat besar termasuk di Indonesia.

Deepin OS juga berbeda dari umumnya distro linux, yaitu memiliki Desktop Environment {lingkungan desktop) buatan sendiri yaitu DDE (Deepin Desktop Environment). Dan DDE ini awalnya hanya digunakan oleh Deepin saja, namun sekarang secara bertahap sudah bisa digunakan untuk distro lain. Salah satu distro yang menggunakan DDE adalah Ubuntu DDE.

Untuk kebutuhan hardware minimal Deepin OS adalah

  • CPU: Intel Pentium IV 2GHz or higher
  • Memory: more than 2G RAM, 4G or higher is recommended
  • Disk: more than 25 GB free disk space

Memiliki RAM 2GB sudah memenuhi kebutuhan minimal menggunakan Deepin OS

Back to top

4) Linux Lite

Distro Linux pendatang baru dan ia berkembang dengan cepat, tidak lain adalah karena ringan. OS ini selain ringan juga ramah dengan pengguna, tidak hanya itu saja ia juga memiliki tampilan yang lumayan.

Aplikasi yang disertakan Linux Lite lumayan banyak, jadi kemungkinan kamu tidak menginstall aplikasi yang karena sudah tersedia disini seperti diantaranya GIMP, Mozilla, LibreOffice, VLC, dan lainnya. Dan kalau memang membutuhkan aplikasi lain juga masih tetap bisa menambahkannya.

Dengan menggunakan XFCE sebagai default desktop environment, dan memang lingkungan desktop ini juga terkenal dengan keringanannya. Lite dibentuk berdasar dari Ubuntu LTE yang sudah memiliki banyak komunitas pengguna setia.

Linus Lite dapat berjalan lancar dengan

  • 700 MHz Prosesor
  • RAM 512 MB
Back to top

5) Lubuntu

Ini adalah OS yang juga dikembangkan oleh Canonical selain Ubuntu. Yang membedakannya adalah lingkungan desktop yang menggunakan LXDE memang diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki komputer spesifikasi rendah.

Lubuntu dapat berjalan dengan baik dan ringan berkat menggunakan desktop LXDE. Karena seperti kita ketahui bersama, LXDE termasuk salah satu Desktop yang teringan. Dia memiliki tampilan yang klasik.

Back to top

6) Linux Mint XFCE

Meski Ubuntu adalah turunan dari Debian, tapi ia sudah juga menjadi induk dari banyak distro linux antara lain adalah Linux Mint. Linux mint ini terdiri dari beberapa varian, untuk komputer yang memiliki ram kurang dari 2GB, Linux Mint juga patut untuk dipertimbangkan.

Back to top

7) Arch Linux

Linux ini lebih ditujukan kepada pengguna yang sudah berpengalaman, karena itu saya hingga saat ini belum pernah mencobanya. Mungkin suatu saat akan mencoba menggunakan Arch Linux, distro ini hanya berisi paket dasar saja. Setelah installasi OS ini, kita bisa memilih untuk menginstall DE kesukaan XFCE, OpenBox, atau LXDE. Ketiga pilihan lingkungan desktop ini adalah yang paling ringan dan memiliki tampilan yang bagus.

Hal yang perlu diketahui adalah kamu harus memastikan komputer atau laptop yang akan diinstall Arch Linux adalah sistem 64bit. Karena Arch Linux hanya mendukung mesin komputer berarsitektur 64 bit saja.

  • 64 BIt Prosesor
  • RAM 512 MB
Back to top

8) Manjaro

Umumnya semua distro linux yang dirilis, mereka menyediakan beberapa pilihan varian untuk penggunanya. Salah satu diantaranya adalah Manjaro yang juga menyediakan varian XFCE untuk komputer jaman old.

Meski Manjaro berbasis Arch Linux, tapi Manjaro telah menghilangkan ketidak mudahan pada Arch Linux. Distro Manjaro XFCE adalah varian yang paling ringan, walaupun tidak termasuk yang teringan jika dibandingkan dengan beberapa distro di atas. Tapi ini tetap bisa diambil sebagai pilihan lain.

Kebutuhan hardware minimal untuk Manjaro

  • RAM 1GB
  • Prosesor `GHz
Back to top

9) Pilih Mana Linux untuk Ram 2GB?

Saya tidak tau kalian akan memilih distro linux yang mana kalau masih memiliki komputer dengan ram dibawah 2GB agar dapat digunakan bekerja kembali. Tapi setidaknya saat ini kamu sudah memiliki satu yang akan digunakan.

Menurut saya untuk pengguna yang sudah berpengalaman bisa mencoba Puppy Linux, Tiny Core, atau Arch Linux. Dan pengguna lain yang mungkin baru mencoba linux bisa memilih untuk menggunakan Deepin OS, Lubuntu, atau Manjaro.

Back to top