Belajar Dasar Pemrograman Python Bagian 1
Belajar Dasar Pemrograman Python Bagian 1

Belajar Dasar Pemrograman Python Print Hello, World Kalau kita sebelumnya sudah membicarakan tentang Bahasa Pemrograman Python, mengenai singkat sejarahnya, beberapa fitur yang sangat mudahnya. Hanya dengan satu baris saja untuk menampilkan tulisan Hello World dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain. Sekarang kita akan mulai dengan Belajar Dasar Pemrograman Python bagian 1.

Belajar Dasar Pemrograman Python Bagian 1

Tulisan ini masih level pemula, jadi Anda yang sudah mahir tentu bisa mengkoreksi tulisan saya jika terdapat kesalahan. Dan saat saya mempraktikkan ini menggunakan Python 3.5, dan karena disistem operasi yang saya gunakan yaitu Devuan ASCII dan OS Linux pada umumnya sudah terinstall Python 2.7 (umumnya) secara default.

Interpreter

Apa saja sih dibagian awal ini yang perlu untuk diketahui pertama kali? Sebelum kita memulai, persiapkan peralatannya terlebih dahulu yaitu

  1. Python (tentu saja)
  2. Terminal (bukan terminal bus ya ha ha ha...) saya lebih suka pake terminal di linux. Terserah Anda mau pake Xterm atau bash shell, atau CMD di windows. Sama saja.

Di Komputer saya terinstall dua versi Python, jadi ada dua perintah untuk masuk ke Interpreter Python. Command python untuk yang versi 2.7 dan python3 untuk versi 3. Tapi kalau di komputer Anda cuma ada satu versi python maka perintahnya cukup ketik python saja. seperti gambar di bawah.

belajar python dasar

Dibagian pertama ini kita akan mengenal dengan Operasi Matematika dan Numbers. Mari kita telusuri secara perlahan agar lebih mendalam pengetahuan kita, meski masih ditahap awal.

Print: Hello, World

Apa yang sudah pernah saya singgung tentang bahasa pemrograman python yang sederhana, seperti print hello, world. Ini sangat mudah dipahami dibandingkan dengan syntax dari bahasa pemrograman lain. Hanya cukup satu baris saja. print("hello, world")

Oh, iya ada perbedaan penulisan print di python versi 2.7 yaitu tanpa menggunakan tanda kurung jadi seperti ini

belajar python dasar print

print "hello, world"

 

Jika Anda menggunakan syntax 2.7 di python3 maka akan muncul error seperti ini

belajar python pemula print

maka penulisan yang benar adalah menggunakan tanda kurung seperti ini.

belajar pemrograman python

Karena syntax print pada versi 3 merupakan fungsi, jadi harus menggunakan tanda kurung ()

Indentasi

Tidak seperti kebanyakan bahasa pemrograman lain yang menggunakan kurung kurawal untuk area blok, python justru menggunakan tab atau sekitar 4 spasi untuk setiap blog program seperti ini.

x = 1 if x == 1:     # indented four spaces
    print("x is 1.")

Kalau print ada dikolom yang sama dengan if maka itu dianggap bukan bagian blok, atau dianggap diluar blok dan tentu saja bisa menyebabkan error. Jadi posisi print harus berada empat spasi.

Komentar

Ketika program sudah semakin besar dan rumit, kita perlu menggunakan komentar untuk dokumentasi agar mudah dalam perawatan dan membaca kode program tersebut.

Kode program tidak dapat memberi tahu Anda mengapa ia melakukannya, tetapi dengan komentar Anda dapat mengingat dan menjelaskan algoritma yang kompleks dan rumus itu bekerja bagaimana logika itu bisa berjalan. Ada tida cara yang digunakan untuk komentar Komentar Satu Baris dan Inline

  1. (#) tanda pagar untuk membuat komentar satu baris. Cara penggunaannya cukup mudah, awali dengan tanda # kemudian beri satu spasi (tidak harus, hanya supaya mudah dibaca) diikuti dengan komentar. Komentar satu baris bisa diletakkan sejajar dengan spasi atau disambingnya kode (inline). Setelah masuk baris baru (enter) maka baris baru itu bukan komentar lagi.
    # ini komentar satu baris
    price = price * 1.05
    Jika menggunakan inline maka sebaiknya beri jarak dua spasi


    salary = salary * 1.02 # ini inline komentar

  2. Komentar Multibaris Diawali dengan tanda kutip tiga (""") dan diakhiri dengan kutip tiga juga. Untuk penggunaannya pun bisa juga dimanfaatkan sebagai komentar satu barisdef quicksort(): # komentar in line
    Kode di atas disebut komentar One-line docstrings, komentar ini sebaiknya tidak ada baris yang kosong sebelum dan sesudahnya. Ini contoh komentar banyak baris
    def increase_salary(sal,rating,percentage):
    """ ini komentar Multi-line docstrings
    rating 1 - 2
    no increase rating 3 - 4
    increase 5%
    rating 4 - 6
    increase 10%
    """

    """ ini disebut One-line docstrings """
    ...

Jenis Data Angka

Python mendukung bilangan bulat(integer), floating point(Desimal), dan angka kompleks. Yang didefinisikan sebagai int, float, dan complex Bilangan bulat dan desimal dibedakan dari ada atau tidak ada titik diangka itu.

Contoh 3 adalah integer dan 3.0 adalah float Bilangan kompleks ditulis dalam bentuk X + Y, yang X adalah angka real dan Y adalah angka imajiner.

Kita bisa menguji itu menggunakan type() untuk mengetahui kelas variabel tertentu dan isinstance() untuk memeriksa apakah ia milik kelas tertentu. Coba Anda ketik berikut di Interpreter Python

a = 3
b = 4.0
c = 5 + 3j

# Output: <class 'int' >
print(type(a))

# Output: <clas 'float'>
print(type(b))

# Output:True
print(isinstance(c, complex)) 

belajar type data python

Bilangan bulat bisa berapapun panjangnya, sedangkan desimal hanya maksimal memiliki 15 angka setelah titik, selebihnya itu kurang akurat. Adakala programer harus bekerja dengan angka-angka biner, hexdecimal, dan octal. Di Python kita bisa mempresentasikan angka ini menggunakan awalan seperti berikut:

Biner '0b' atau '0B'

Oktal '0o' atau '0O'

Heksadesimal '0x' atau '0X'

Contoh:

# Output: 107
print(0b1101011)

# Output: 253 (251 + 2)
print(0xFB + 0b10)

# Output: 13
print(0o15)

Konversi

Kita juga bisa mengkonversi suatu jenis angka menjadi bentuk lain, bisa dibilang memaksa. Karena kadang hal ini perlu dilakukan saat melakukan penjumlahan bilangan bulat dengan desimal yang akan menghasilkan desimal.

>>> 1+2.0
3.0

Dari operasi di atas, kita melihat kenyataan bahwa angka 1 dipaksa menjadi float yang akhirnya hasil akhir berupa float juga. Untuk operasi lainnya bisa menggunakan fungsi int(), float(), dan complex() untuk mengkonversi antar jenis bilangan. Dan berikut contohnya

belajar data angka python

Desimal

Apakah Anda setuju bahwa 1.1+2.2 hasilnya 3.3? Sepertinya kita semua setuju bahwa hasilnya 3.3 Tapi python nampak tidak setuju dengan hal ini. Mengapa?

>>> (1.1+2.2) == 3.3
False


Angka dalam komputer penerapannya dalam bentuk biner dan komputer hanya memahami 0 dan 1, karena alasan ini angka desimal tidak pernah akurat disimpan dalam komputer. Contoh 1/3 akan menghasilkan 0.33333... sampai tak terhingga. Dan jika dikonversi menjadi biner maka 0,000110011001100110011... pun tak terhingga. Dan komputer hanya bisa menyimpan dalam jumlah terbatas.

Perlu diketahui bahwa ini bukanlah kesalahan python, tapi memang ada keterbatasan pada hardware komputer kita. Untuk mengatasi masalah ini, python memiliki modul desimal yang memiliki presisi bisa diatur oleh penggunanya. Tidak sebatas 15 desimal saja seperti yang disebut di atas tadi. Cara menggunakannya seperti ini

>>> import decimal
>>> print(0.1)
0.1
>>> print(decimal.Decimal(0.1))
0.1000000000000000055511151231257827021181583404541015625

Perhatikan cara penulisan Decimal-nya, di python penulisan huruf kecil dan kapital dianggap berbeda. Huruf (A) tidak sama dengan (a)

Berikutnya

Jadi apa yang sudah kita dapatkan pada pembahasan pertama ini? Bagaimana cara penulisan sytax yang benar, karena disini tab dan spasi bisa menimbulkan error jika tidak diperhatikan. Peka terhadap kapitalisasi huruf, yaitu (Kurma) berbeda dengan (kurma) Memahami bilangan, dan mengkonversi menjadi bentuk lain menggunakan funsgsi yang sudah ada. Belajar Dasa Pemrograman Python akan dilanjutkan di Bagian ke dua Belajar Python Dasar Bag 2