Cara Membuat Virtual Environment Python
Cara Membuat Virtual Environment Python

Virtual Environment Python itu apa sih ya sebenarnya...? Saya ingat saat mulai belajar python banyak tutorial django yang menyarankan untuk membuat virtual environment. Dan bukan hanya itu saja, pada tutorial lain selain django juga merekomendasikan untuk menggunakan virtualenv masing-masing pada setiap aplikasi python yang dibuat. Dan saya juga pun melakukan hal yang sama pada tulisan diblog ini semuanya menyarankan untuk melakukan itu.

Daftar Isi

 

Anda yang sedang belajar cara membuat website sendiri menggunakan framework django diblog ini, pasti saya sarankan untuk membuat virtual environment. Bukan hanya untuk belajar django saja sih kita membutuhkan virtualenv, tapi setiap membuat aplikasi python juga semestinya menggunakan virtualenv.

Virtual Environement Itu Apa?

Ok... memang pada tulisan lain saya hanya memberikan sebuah gambaran tentang apa itu Virtual Environment Python atau bisa kita sebut dengan virtualenv dan tidak menggambarkan lebih rinci lagi. Saya mencoba untuk mengulas lebih rinci lagi ditulisan ini.

Langsung saja dengan contoh seperti ini:

Misalkan Anda membuat 3 project python, mungkin project yang pertama membuat website dengan django kemudian project yang lainnya adalah belajar kivy untuk membuat aplikasi GUI yang bisa dijalankan pada banyak device (Mobile dan PC). Yang tentu saja kedua proyek tersebut membutuhkan modul yang berbeda.

Proyek Django yang memiliki kebutuhan sebagai berikut

  • Python 3.7
  • Django 1.9
  • Pillow 7.1.2
  • MariaDB 5.4

Proyek Kivy yang memiliki kebutuhan berbeda

  • Python 3.7
  • Kivy 1.11
  • Kivy-Garden 0.1.4
  • opencv-python >3.4.9.33

Proyek PyForms membutuhkan

  • Python 2.7
  • Django >2.1
  • Pillow 7.1.2
  • opencv-python ==3.4.5.20

Dari ketiga proyek itu membutuhkan pustaka yang berbeda atau kita ingin membuat yang berbeda. Misalnya antara Proyek Django dengan PyForms ada perbedaan versi python dan juga djangonya, lalu pada proyek Kivy dengan PyForms ada perbedaan versi python dan opencv-python yang pada PyForms harus menggunakan versi 3.4.20 sedangkan pada kivy harus diatas itu versinya.

Ini akan menyebabkan masalah antar proyek karena berbeda pustaka yang dibutuhkan, Dan untuk mengatasi hal itu maka dibuatlah Wadah atau disebut dengan virtual environment. Supaya kita bisa meninstall library yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan proyek yang sedang dibuat.

Jadi, Virtual Environment itu adalah tool yang memungkinkan kita untuk membuat lingkungan kerja python terisolasi. Dengan begitu tidak ada saling ganggu antar proyek yang sedang didevelop. Kalau masih sulit untuk dipahami kita umpamakan ada beberapa gelas yang isinya berbeda-beda. Ada yang sirup, teh, dan kopi. Antara gelas ini tidak akan tercampur isinya walaupun berdekatan karena ada sekat pemisah diantaranya. Karena itu tadi, virualenv bisa dianggap sebagai wadah untuk tempat satu proyek kita. (Kira-kira seperti itu bahasa mudahnya)>

Install Virtual Environment

Sekarang kita sudah paham pentingnya menggunakan virtualenv pada setiap aplikasi yang sedang dibangun, untuk itu kita akan menginstall tool ini pada python3 kalau saat pemasangan tidak secara default terinstall. Biasanya kalau di Linux sudah otomatis terinstall, kita bisa periksa dengan perintah apt list python3-venv

check vitualenv

Kalau belum terinstall maka bisa langsung install dengan perintah apt-get install python3-venv

Cara Membuat Virtual Environment Python

Setelah virtualenv terinstall pada sistem yang digunakan, selanjutnya kita akan membuat virtual environment untuk proyek yang dibangun. Misalnya saya ingin membuat virtualenv di folder python-dasar maka kita masuk dulu kedalam folder itu dengan cd python-dasar. Lalu formatnya untuk membuat virtualenv ini adalah python3 -m venv nama-environment. Lengaknya seperti ini

  1. Buat Folder untuk proyek, misalnya python-dasar bisa dengan command mkdir python-dasar atau dari jendela lebih mudah
  2. Masuk kedalam folder yang dibuat tadi cd python-dasar
  3. Membuat virtualenv dengan nama env perintahnya python3 -m venv env
  4. Selesai tanpa error, akan ada folder baru bernama env didalam folder python-dasar.
  5. Aktifkan dengan perintah source env/bin/activate dan untuk menonaktifkan deactivate

virtualenv aktif

Selesai, dan sekarang kita sudah punya virtaulenv kemudian tinggal menginstall library yang dibutuhkan dengan pip3. Caranya posisi berada didalam folder proyek kemduian aktifkan, dan install dengan pip3 install pustaka-yang-diinstall

Didalam folder env atau virtualenv, disanalah tempat meletakkan binary python dan beberapa pustaka standar lainnya. Serta pustaka lainnya yang diinstall melalaui PIP saat diaktifkan.

Penutup

Hari ini kita telah selesai membuat Virtual Environment Python, setelah ini kita akan selalu menggunakan virtualenv pada setiap pekerjaan pada python untuk menghindari saling ganggu antara proyek satu dengan yang lainnya. Dan cara membuatnya pun sangat mudah untuk dipraktikkan, dan sebelum itu pastikan terlebih dahulu untuk menginstall python3 dan python3-venv agar bisa menggunakan tool yang sangat membantu dari python ini.